Kritik Saran

Mommymaxxing: Tekanan Media Sosial dan Realitas Parenting

shape image

Mommymaxxing: Tekanan Media Sosial dan Realitas Parenting


Di era media sosial yang serba cepat, para ibu sering merasa “terbentur” oleh standar parenting yang terlihat sempurna. Sekali scroll Instagram atau TikTok, muncul ibu-ibu yang berhasil menyiapkan menu MPASI anti-gagal, merancang aktivitas edukatif nonstop, hingga membimbing anak hafal doa dan ayat Al-Qur’an sebelum tidur. Semuanya tampak mudah dan sempurna… membuat banyak orang tua merasa tertekan.

Fenomena ini dikenal sebagai Mommymaxxing—tren di mana ibu terdorong untuk menjadi “sempurna” di setiap aspek pengasuhan anak. Dari nutrisi, pendidikan, hingga kegiatan spiritual, semua ingin dilakukan sebaik mungkin. Sayangnya, tekanan ini sering membuat ibu merasa kurang, padahal parenting yang sesungguhnya jauh lebih fleksibel dan penuh kasih sayang.

Di Shigor Montessori Islamic School, kami memahami tantangan ini. Kami percaya, anak-anak tidak membutuhkan ibu yang sempurna, tapi ibu yang hadirsabar, dan mampu menanamkan nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak belajar dari cintakesabaran, dan pengalaman nyata, bukan dari jadwal super padat atau ekspektasi dunia maya.

Prinsip Montessori menekankan belajar melalui pengalaman, eksplorasi, dan trial-and-error. Anak-anak tumbuh dengan percaya diri, kreatif, dan berkarakter, sementara orang tua tetap bisa menjaga keseimbangan antara membimbing dan merawat diri sendiri.

Jadi, tarik napas sejenak, lihat senyum anak, dengarkan cerita mereka, dan ingat: Anda sudah luar biasa!Mommymaxxing boleh menjadi tren viral, tapi yang paling penting adalah kasih sayang yang tulus dan konsisten.

Di Shigor, kami mendukung parenting yang realistis, Islami, dan menyenangkan, agar anak belajar, bermain, dan tumbuh bahagia—tanpa ibu merasa terbebani oleh standar dunia maya.

Posting Komentar

© Copyright 2024 TK Montessori Bengkulu | Shigor Montessori Islamic School